Bencana Meluas di Aceh dan Sumbar, BNPB Tingkatkan Respons Darurat dan Gelar OMC Serentak

Redaksi | Jumat, 28 November 2025 - 21:34 WIB


Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa di Aceh tercatat 35 korban meninggal, 25 hilang, dan 8 luka-luka. Pengungsian tersebar di 20 kabupaten/kota dengan total 4.846 KK.
Pemain Garuda Select, David Maulana Foto : Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto. Dok: Istimewa.

Jakarta - BNPB meningkatkan status penanganan darurat di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat menyusul meningkatnya jumlah korban dan meluasnya dampak bencana hidrometeorologi.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa di Aceh tercatat 35 korban meninggal, 25 hilang, dan 8 luka-luka. Pengungsian tersebar di 20 kabupaten/kota dengan total 4.846 KK.

“Data ini akan terus diperbarui. Kerusakan jalur darat di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah sangat parah hingga tidak bisa dilalui,” ungkap Suharyanto. Pemerintah pusat telah mengerahkan tiga pesawat Hercules membawa logistik, serta memasang perangkat Starlink untuk mendukung komunikasi darurat di wilayah terisolasi.

Di Sumatera Barat, BNPB mencatat 23 korban meninggal, 12 hilang, dan 4 luka-luka. Pengungsian juga tersebar di berbagai wilayah dengan total 3.900 KK. Kerusakan jembatan di Padang Pariaman dan longsor pada jalur nasional Bukittinggi-Padang sempat menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.

Sebagai langkah antisipasi, BNPB menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serentak di tiga provinsi. Di Aceh, operasi dimulai hari ini menggunakan pesawat PK-SNP, sementara di Sumatera Barat akan dimulai besok dari Bandara Internasional Minangkabau.

Suharyanto menegaskan bahwa OMC menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi cepat karena curah hujan ekstrem masih berpotensi terjadi. Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian telah ditugaskan memimpin penanganan darurat di Sumatera Barat, sedangkan untuk Aceh dipimpin Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

“BNPB memastikan seluruh unsur bergerak maksimal untuk menjaga keselamatan masyarakat,” ujar Suharyanto.