Bertemu Dubes Cina, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama Bidang Pengolahan Nikel

Kiki Apriyansyah | Rabu, 15 Mei 2024 - 13:25 WIB

Pemain Garuda Select, David Maulana Foto : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Duta Besar China untuk Indonesia YM. Lu Kang untuk membahas kerja sama bidang pengolahan nikel di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Duta Besar China untuk Indonesia YM. Lu Kang dalam rangka mendorong peningkatan kerja sama Indonesia dengan China di berbagai bidang khususnya bidang ekonomi, perdagangan dan investasi.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa akan menjajaki untuk dilakukan kerja sama pembangunan R & D Center antara UGM dengan CNGR Co.Ltd. 

Perusahaan CNGR merupakan perusahaan RRT yang berbasis di Guangxi, China dan memiliki teknologi baru dan mutakhir dibidang pengolahan nikel. 

"Perusahaan ini juga telah melakukan investasi dalam pengolahan dan produksi nikel di Morowali, Sulawesi Tenggara," kata Airlangga melalui keterangan resminya, Jakarta, Rabu (15/5/2024)

Lebih lanjut, dalam pertemuan ini Duta Besar RRT menyerahkan surat dari pimpinan Partai Komunis China (PKC) tentang ucapan selamat atas pencapaian Partai Golkar dalam Pemilu 2024 yang lalu. 

Duta Besar RRT juga berpamitan kepada Menko Airlangga karena masa penugasannya di Indonesia telah selesai dan akan digantikan oleh koleganya dari RRT.

Duta Besar RRT sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas dukungan dan kerja sama dari Kemenko Perekonomian sehingga kerja sama bilateral RI-RRT semakin erat dan meningkat di berbagai bidang.

Sebagaimana diketahui, RRT merupakan salah satu mitra dagang utama bagi Indonesia dimana total nilai perdagangan RI-RRT tahun 2023 sebesar USD127,8 miliar. 

Airlangga mengatakan neraca perdagangan kedua negara tahun 2023 telah menunjukkan keseimbangan dimana Indonesia mengalami surplus untuk pertama kalinya. 

Di tahun 2023, RRT juga merupakan investor terbesar kedua setelah Singapura dengan jumlah investasi sebesar USD7,4 miliar. Nilai tersebut menurun sekitar 9,7% dari USD8,2 miliar dolar pada tahun 2022.

Baca Juga