Benny J. Mamoto : Kasus Tambang Emas Ilegal, Oknum Briptu Hasbudi Harus Diusut dan Transparan Secara Tuntas

Samsul Bakhri | Kamis, 12 Mei 2022 - 18:26 WIB

Pemain Garuda Select, David Maulana Foto : Benny J Mamoto anggota Kompolnas (dok.istimewa)

Jakarta - Belakangan ini menjadi sorotan publik seorang oknum polisi bernama Briptu Hasbudi diberitakan tertangkap oleh sesama petugas anggota kepolisian. Ia diduga memiliki harta kekayaan tambang emas di Kalimantan Utara yang beroperasi secara ilegal. 

Dia berhasil diringkus oleh kepolisian setempat saat sedang menunggu penerbangan di Bandara Juwara Tarakan, Kamis (5/5/2022) sekitar pukul 12.15 WITA.

Briptu Hasbudi memiliki segudang harta kekayaan yang akhirnya disita karena keterlibatannya sebagai pemilik sebuah tambang emas ilegal. Ia memiliki rumah mewah yang juga menyimpan dua unit mobil kelas atas yakni Alphard dan Honda Civic yang diduga dibeli dari uang hasil tambang emas ilegal. 

Barang bukti lain yang disertakan oleh kepolisian yakni 800 karung pakaian bekas yang dikirimkan dari Tawau, Malaysia. Pakaian bekas tersebut juga diduga merupakan hasil dari usaha pengiriman baju bekas ilegal yang ia kelola.

Polda Kaltara terus mengusut kasus tambang emas ilegal yang dilakukan  Briptu Hasbudi. 

Benny  J. Mamoto dari anggota Kompolnas mengapresiasi langkah tegas Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya dan Direskrimsus dalam mengungkap kasus tambang illegal yang melibatkan oknum Briptu Hasbudi. 

Benny mengatakan Kompolnas mendukung penuh langkah yang diambil dalam rangka menuntaskan kasus tersebut  Ia berharap kasus tersebut diungkap secara transparan dan tuntas sehingga tidak terulang kembali dan menjadi pembelajaran bagi jajaran Polri lainnya yang wilayahnya ada tambang illegal. 

Dalam waktu dekat Kompolnas akan melakukan supervisi ke Polda Kaltara sebagai  bentuk dukungan kepada jajaran Polda Kaltara.

“Kedepan, masing-masing Polda yang wilayahnya ada tambang illegal perlu segera melakukan penyelidikan apakah ada oknum anggotanya yang terlibat karena dalam banyak kasus para penambang illegal mencari backing oknum aparat agar operasinya aman,” tegasnya.

Menurutnya, tambang illegal tidak bisa bekerja sendiri karena akan mudah terdeteksi oleh masyarakat dan aparat. Tambang illegal sangat merugikan karena dampak kerusakan lingkungan, tidak adanya rehabilitasi lahan dan tidak ada pemasukan buat negara.  

Benny  menyebutkan, perlu diselidiki siapa saja yang terlibat. Selain itu, perlu diselidiki juga kemungkinan dugaan tindak pidana lainnya yang dilakukan oleh Hasbudi.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Polri secara profesional menuntaskan kasus Briptu Hasbudi yang terlibat kepemilikan sejumlah bisnis ilegal di Kalimantan Utara.

"Kami mengharapkan polda-polda lain juga menyelidiki kemungkinan adanya anggota Polri yang membengkingi tambang-tambang ilegal agar dapat diproses hukum secara tuntas," ucapnya.

Dalam menuntaskan perkara ini, kata Benny, diperlukan pula peran serta masyarakat untuk segera melaporkan kepada Propam Presisi jika diduga ada anggota-anggota Polri lain yang terlibat.