Kementerian BUMN Kembali Gelar Mudik Gratis Targetkan 80.215 Penumpang

Agung Nugroho | Kamis, 28 Maret 2024 - 11:46 WIB

Pemain Garuda Select, David Maulana Foto : Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menggelar mudik gratis 2024 dengan melibatkan 88 BUMN di mana PT Jasa Raharja (Persero) bertindak selaku koordinator. Dok: Ist

Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menggelar mudik gratis 2024 dengan melibatkan 88 BUMN di mana PT Jasa Raharja (Persero) bertindak selaku koordinator. Dalam program ini ditargetkan bisa mengangkut 80.215 penumpang.

"Tahun ini bertambah lagi jadi 88 BUMN (yang berpartisipasi), memberikan kontribusi secara signifikan target pemudik 80.215 pemudik, naik 20% dibandingkan tahun lalu," kata Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A Purwantono dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Dia juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan bakal melepas 80.215 peserta mudik gratis bersama BUMN pada 5 April 2024.

"Rencananya kami akan melepas di Silang Monas, mudah-mudahan (yang) melepasnya Bapak Presiden (Jokowi) karena masih on (schedule) Pak Presiden akan melepas di Silang Monas. Bersama Menteri BUMN (Erick Thohir), yang akan dilepas pukul 07.00 (WIB) pagi," jelasnya.

Lebih rinci dijelaskan, moda transportasi yang paling banyak akan digunakan yaitu armada bus dengan jumlah 1.225 bus untuk mengangkut 55.607 penumpang. Kemudian, disusul 60 armada kereta yang bisa mengangkut 18.998 penumpang dan 15 armada kapal laut untuk mengangkut 5.610 penumpang.

"(Kenapa paling banyak bus) karena memang kereta terbatas, tapi paling diminati KA ada 60 (armada) dan sebagian juga ada yang menggunakan kapal laut (15 armada)," tambahnya.

Pada bahan paparan Jasa Raharja, penumpang mudik gratis BUMN dengan armada bus tersedia 55.607 kursi. Sedangkan untuk angkutan kereta api mencapai 18.998 penumpang dan 5.610 lainnya akan diangkut menggunakan kapal laut.

Akan tetapi, Rivan mengatakan kuota mudik gratis BUMN untuk moda KA sudah habis. Sementara itu, untuk armada bus dan kapal laut tengah dalam masa verifikasi peserta.

(Moda paling banyak) bus 1.225 (armada)," rinci Rivan.

"(Kenapa paling banyak bus) karena memang kereta terbatas, tapi paling diminati KA ada 60 (armada) dan sebagian juga ada yang menggunakan kapal laut (15 armada)," tambahnya.