Kepala NFA Menjahit Asa, Pastikan Beras Sultra Aman hingga Puluhan Bulan

Redaksi | Sabtu, 30 Agustus 2025 - 15:17 WIB


Tujuannya tentu agar pangan tetap terjangkau bagi masyarakat, inflasi terkendali, serta ketahanan pangan daerah semakin kuat.
Pemain Garuda Select, David Maulana Foto : Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. Dok: istimewa.

Jakarta - Di tengah kegelisahan harga beras yang masih bergejolak, Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi hadir di Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan pesan menenangkan: stok beras cukup, dan rakyat tak perlu khawatir.

Dalam pembukaan Gerakan Pangan Murah, Arief berbicara bukan sekadar dengan data, tetapi dengan tekad yang berpadu empati.

“Tujuannya tentu agar pangan tetap terjangkau bagi masyarakat, inflasi terkendali, serta ketahanan pangan daerah semakin kuat. Untuk wilayah dengan inflasi tinggi, intervensi kita lakukan bersama Bulog, Dinas Pangan, KADIN, dengan dukungan TNI dan Polri. Tidak ada alasan untuk tidak memberikan pangan yang affordable bagi masyarakat luas,” ucapnya lantang, seakan menjahit rasa tenang bagi warga yang mendengar.

Kedatangannya bukan hanya simbol, melainkan juga kepastian. Gudang Bulog Punggaloba yang penuh dengan tumpukan beras menjadi saksi, bahwa cadangan beras pemerintah lebih dari cukup untuk menopang kebutuhan hingga puluhan bulan ke depan.

Dari gudang itu, butiran padi bertransformasi menjadi jaminan: rakyat bisa menanak nasi tanpa cemas harga yang melambung.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan NFA, Maino Dwi Hartono, menambahkan bahwa Sulawesi Tenggara bahkan menjadi provinsi dengan penyaluran beras SPHP terbaik tahun ini.

“Realisasi penyaluran di wilayah ini menjadi yang terbesar sejauh ini. Mudah-mudahan bisa dipertahankan sampai akhir tahun,” ujarnya penuh keyakinan.

Dari pemerintah daerah, Ari Sismanto Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra, menceritakan bagaimana beras SPHP menjangkau pasar-pasar, kios pangan, hingga koperasi desa.

Sementara Siti Mardati Saing, Pemimpin Wilayah Bulog Sultra, memastikan stok 76 ribu ton beras aman, cukup hingga 30 bulan ke depan, dengan penyaluran rata-rata 2.500 ton setiap bulan.

Namun, di balik angka-angka itu, ada makna yang lebih dalam. Kehadiran Arief Prasetyo Adi di Kendari adalah pengingat bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan logistik, tetapi juga rasa aman rakyat.

Melalui kolaborasi erat antara pusat dan daerah, NFA menegaskan: pangan bukan barang mewah, melainkan hak dasar yang harus selalu terjaga.