Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya

WIKA Awali tahun 2020 Dengan Catatan Positif 

Ardy | Selasa, 20 Oktober 2020 - 14:07 WIB

Pemain Garuda Select, David Maulana Foto : Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya. Doc. Humas Wika

Jakarta - PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. mengawali tahun 2020 dengan kinerja baik.  Hal itu tercermin oleh selesainya sejumlah proyek diantaranya Terowongan Nanjung, Jawa Barat dan Underpass Yogyakarta International Airport sepanjang 1,4 km. Proyek ini mendapat apresiasi, karena memecahkan rekor MURI sebagai underpass terpanjang di tanah air. 

Selain itu, WIKA Group juga ikut berperan dalam menyiapkan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Berikut petikan wawancara Majalah FIVE dengan Mahendra Vijaya Sekretaris Perusahaan WIKA: 

Bisa Bapak jelaskan, apa saja Proyek-Proyek Strategis WIKA di tahun ini?

WIKA memasuki tahun ini dengan sejumlah proyek strategis yang telah didapat pada tahun lalu diantaranya Harbour Road II Section I Ancol Pluit, Palu Coal Fire Power Plant, Jalan Tol Serpong - Balaraja serta beberapa kontrak baru yang didapat pada tahun ini termasuk paket 3 Pelabuhan Patimban. 

Di samping itu, WIKA juga tengah mengejar pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2022, Pengembangan Bandara Hasanuddin Makassar sebagai gerbang masuk dan keluar Indonesia Timur serta Terminal Kijing yang akan menjadi Terminal Terbesar di Kalimantan. 

Berapa Total Kontrak Wika Hingga saat ini ?

Secara total, kontrak yang diperoleh WIKA sampai saat ini mencapai 80,52 Triliun yang menjadi bekal untuk diproduksi dan membuat WIKA terus bertumbuh di tahun-tahun mendatang.

Memasuki kuatral Ill tahun 2020 ini, apa saja capaian yang sudah dapat Perusahaan?

WIKA mengawali tahun 2020 dengan catatan baik dengan diselesaikannya sejumlah proyek diantaranya Terowongan Nanjung, Jawa Barat dan Underpass Yogyakarta International Airport sepanjang 1,4km yang memecahkan rekor MURI sebagai underpass terpanjang di tanah air. 

Dengan penyebaran pandemi Covid-19, WIKA Group justru mampu menunjukan kapabilitasnya di bidang infrastruktur. Ini terbukti dengan keberhasilan mendirikan Fasilitas Observasi dan Karantina Pulau Galang dalam waktu 8 hari dan punya peran besar dalam menyiapkan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran hanya dalam waktu 4 hari.

WIKA juga kini dikenal sebagai BUMN Indonesia yang aktif berekspansi hingga mancanegara. Kini, WIKA telah dipercaya untuk membangun infrastruktur di 11 negara yang tersebar di Asia, Afrika hingga Timur Tengah.

Selain di Pulau Galang, apa terobosan WIKA dalam penanganan Covid-19?

Setelah sukses di pulau Galang, produk Modular yang dikembangkan oleh entitas anak WIKA Gedung (WEGE) kini menjadi andalan untuk pembangunan fasilitas Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia. 

Bahkan penggunaan produk itu mampu menghantarkan WEGE memecahkan dua rekor MURI sekaligus yaitu Pelaksana Alih Fungsi RS BUMN menjadi RS Rujukan COVID-19 Tercepat di RS Pertamina Jaya Jakarta hanya dalam waktu pengerjaan 16 hari kerja.

Pelaksana Pembangunan RS BUMN Rujukan COVID-19 Modular dengan Ruang Rawat Inap Terbanyak di RSPP Extension COVID-19 Simprug Jakarta, yang berhasil menyediakan fasilitas penanganan pasien COVID-19 sebanyak 300 Ruang Rawat Inap.

Seberapa jauh dampak pandemi Covid-19 mengganggu progress pembangunan Proyek Strategis perusahaan?

Pandemi ini memberikan dampak secara luas di seluruh dunia, tidak terkecuali bagi WIKA. Di sektor konstruksi, tantangan yang dihadapi adalah terbatasnya mobilisasi barang dan SDM yang kemudian membuat proyek sempat mengalami perlambatan. 

Namun itu juga mendorong kami untuk mengoptimalkan software digital Building Information Modeling (BIM) dalam proses pembangunan dan pemantauan proyek, dengan demikian aktivitas operasi bisa lebih efektif dengan upaya mengurangi kehadiran fisik serta perjalanan antar daerah untuk kunjungan ke proyek dan pabrik.